Study with Me if not now when?

Jumat, 15 Maret 2013

Men-design Hunian Sendiri, Kenapa Tidak?

Men-design Hunian Sendiri, Kenapa Tidak?


detail berita
Image : Corbis.com.
JAKARTA - Design rumah yang disajikan pengembang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan penghuni. Jangan khawatir, banyak pengembang yang menawarkan untuk merancang hunian sendiri. Sehingga penghuni bisa bebas menentukan kebutuhan sesuai dengan keinginan.

Ada beberapa hal mendasar yang perlu diperhatikan untuk bisa merancang sebuah hunian. Menurut designer interior Anna Hape, pemilik Annahape Studio, ada tiga prinsip dasar dalam merancang hunian. 

"Dari sekian banyak prinsip dalam desain arsitektur, prinsip dasarnya adalah garis, tekstur, dan pencahayaan," ujar Anna seperti dikutip dari artikelnya bertajuk Tip 75 Trik Rahasia Merancang Rumah Tinggal Sendiri, seperti dikutip dari Annahape.com, Kamis (15/3/2012).

Pinsip pertama adalah garis.

Ada dua bentuk garis yaitu vertikal dan horisontal. Secara Ekstrim, desain rumah dapat menggunakan salah satu sebagai corak dasar desain rumah. Artinya, ada bangunan dengan corak horisontal yang kuat. Ada juga bangunan dengan corak vertikal yang kuat. Perhatikan 2 contoh gambar berikut.


(Ilustrasi dok AnnaHape)

Rumah dengan corak horisontal memberi kesan lembut, bersih dan menciptakan atmosfir yang tenang. Sementara rumah dengan garis vertikal menimbulkan kesan solid dan formal.

Selain vertikal dan horisontal, tentu ada jenis garis yang lain seperti miring, atau lengkungan. Tetapi intinya, Anda harus dapat membuat salah satu garis sebagai tema rumah secara konsisten berirama dan harmonis. Memadukan garis vertikal dan horisontal untuk Anda yang awam arsitektur akan sangat beresiko. Karena itu saran saya, sebaiknya Anda memilih dominasi vertikal atau horisontal pada rumah Anda sendiri.

Contoh di bawah ini adalah eksperimen desain Annahape Studio dengan corak vertikal pada rumah tropis etnik. Rumah-rumah etnik yang biasanya didominasi garis horisontal, pada desain ini diubah menjadi vertikal. Kesan yang ingin ditimbulkan adalah gagah namun tetap kalem.


(Ilustrasi dok AnnaHape) Prinsip kedua adalah tekstur.

Tekstur dapat bersifat fisik. Yaitu tekstur material bangunan yang dipakai. Seperti kasar, halus, bergelombang dan sebagainya. Tetapi tekstur dapat juga bersifat visual. Yaitu kesan yang didapat dari pengulangan bentuk-bentuk garis dan warna. Yang terutama perlu diperhatikan dalam mendesain rumah adalah tekstur visual. Penataan batu alam,batu bata, atau almunium yang harmonis akan membuat rumah Anda berkarakter. Pada contoh dibawah ini saya menunjukkan tekstur visual yang diperoleh dari scondary skin yang terbuat dari almunium. Tekstur fisik almunium yang halus menimbulkan tekstur visual yang berbeda karena desain komposisi. Bila almunium itu difinishing dalam gradasi warna, efek visualnya pasti akan lebih kuat.


(Ilustrasi dok AnnaHape)

Pada gambar-gambar sebelumnya apakah Anda dapat melihat tekstur visual baik pada rumah vertikal maupun horisontal?

Prinsip ketiga adalah pemanfaatan cahaya matahari sebagai ornamen rumah. Prinsip dasar dari desain rumah yang baik adalah, sinar matahari dapat masuk kesemua ruang di dalam rumah. Lebih lanjut, sinar matahari dapat menjadi sumber desain rumah yang baik. Pada contoh berikut saya memperlihatkan bagaimana, sinar matahari dapat menciptakan ornamen arsitektur  yang eksotik. Untuk mengurangi tajamnya sinar matahari, Anda dapat memanfaatkan filter kaca atau polikarbonat.


(Ilustrasi dok AnnaHape)

"Masih ada prinsip-prinsip praktis dalam desain rumah. Sementara, cobalah menerapkan ketiga prinsip itu dalam rumah yang sedang Anda desain," pungkasnya.

Kamis, 14 Maret 2013

Bagaimana Sistem Kerja Feng Shui

detail berita
(foto: klikfengshui)
DALAM melakukan analisa dari aliran energi Qi di sebuah rumah atau bangunan apapun, kita perlu memperhatikan dua hal penting, yaitu Xiang (arah hadap rumah) dan Shan (arah duduk rumah). Perlu Anda ketahui bahwa kedua hal tersebut dapat dimisalkan seperti manusia yang mana dalam ilmu pengobatan Tiongkok kita sebut sebagai Ren Mai dan Du Mai , ini merupakan garis tubuh yang sangat vital sekali demikian juga dalam ilmu Feng Shui.

Sekali kita mengetahui arah hadap dan arah duduk rumah dengan menggunakan Luo Pan (kompas Feng Shui) maka berikutnya kita bisa menentukan titik atau lokasi yang baik atau buruk dalam sebuah rumah. Titik atau lokasi inilah yang akan kita mainkan dalam peletakkan pintu utama, kamar tidur, ruang dapur, ruang keluarga, toilet, dan sebagainya.

Pokok dasar yang kita pakai di sini adalah ketika kita telah mengetahui arah hadap dan arah duduk rumah, maka kita memperoleh titik pusat (Tai Ji) yang mana dalam teori Feng Shui kita menyebutnya sebagai Tian Xin atau secara harafiah berarti jantung langit dan hal ini dapat dimisalkan Anda (titik pusat - Tai Ji) sedang berada dalam sebuah ruang dan waktu (Xuan Kong) dan dikelilingi oleh dua kelompok orang yang pertama adalah kelompok putih dan kedua adalah kelompok hitam, manakah yang akan Anda dekati? Demikian juga dengan praktek Feng Shui!

Nah..sekali kita dapat melakukan pemetaan energi berdasar arah hadap dan arah duduk rumah maka selanjutnya kita mengikuti rumus Feng Shui. Disini peranan seorang pakar Feng Shui dibutuhkan, karena dalam ilmu Feng Shui kita memiliki berbagai macam formula atau rumus dalam menghitung peredaran energi tersebut. Seperti seorang dokter ataupun scientist tingkat kemahiran mereka ditentukan dari learning process dan experience yang matang.

Sebagian praktisi masih berada di tingkat awal, sebagian yang lain cukup expert, dan sedikit dari mereka yang bisa mencapai tahap master! Bagaimana untuk menilai seorang praktisi telah mencapai tingkat master sejatinya tidaklah mudah karena kita tidak dapat menilainya dari berdasar apa yang dia ketahui dan apa yang dia bicarakan tapi lebih pada hasil yang telah kita peroleh sebagai user. Disinilah peranan saya ataupun Anda dalam menilainya apakah dia seorang pakar yang professional atau tidak, seperti kata pepatah lama "No body is perfect". Mungkin ini juga menjadi keunikan fenomena praktek Feng Shui selama ini.

Sekali kita mendapatkan informasi peredaran energi di rumah atau bangunan yang kita huni, maka sekarang giliran faktor bumi yang kita perhatikan. Jika dalam faktor langit kita melihat parameter waktu yang abstrak maka dalam evaluasi Feng Shui faktor bumi kita membicarakan sesuatu yang kongkret. Sederhananya begini, dalam faktor bumi kita seorang praktisi menggolongkannya menjadi dua bagian, yaitu benda yang bergerak (Yang) dan benda yang diam (Yin). Polaritas dari hukum Yin-Yang ini terkenal dengan istilah Ji Xiong Wei Ren Lei Zhi Nan Nu artinya kebaikan dan keburukan ditentukan dari hubungan Yin (perempuan) dan Yang (laki).

Artinya, benda bergerak (Yang) bisa menjadi area rumah yang banyak dibutuhkan aktivitas manusia seperti ruang kerja, ruang dapur, ruang tamu, dll sedangkan benda yang diam (Yin) bisa menjadi: area rumah yang sedikit dibutuhkan aktivitas seperti kamar tidur, ruang keluarga atau ruang santai, dan lain-lain.

Berdasarkan perhitungan faktor langit diatas maka tugas seorang praktisi Feng Shui perlu melakukan sinkronisasi dengan faktor bumi, artinya bahwa area yang menguntungkan dan bersifat diam maka kita perlu memakai area tersebut sebagai kamar tidur utama, sedangkan area yang menguntungkan dan bersifat gerak maka kita dapat menggunakannya sebagai ruang kerja. Bagaimana untuk mengetahui area tersebut menguntungkan atau tidak telah menjadi tugas utama dari para praktisi Feng Shui karena ini akan menunjukkan apakah semua solusi yang diberikan memberikan sebuah hasil yang positif.

Dalam faktor bumi yang kita golongkan sebagai hubungan Yin dan Yang masing-masing memiliki manfaat yang berbeda, artinya area Yin (diam) akan bermanfaat bagi hubungan antar manusia dan kesehatan penghuni rumah tersebut, sedangkan area Yang (gerak) akan bermanfaat bagi keberuntungan materi ataupun ketenaran seseorang. Seperti dalam aliran Feng Shui bintang terbang (Fei Xing Pai) misalnya kita membaginya menjadi empat klasifikasi utama, di antaranya:

1. Rumah yang baik untuk materi keluarga dan hubungan antar manusia (Wang Shan Wang Shui)
2. Rumah yang baik untuk materi keluarga tapi tidak untuk keharmonisan keluarga (Shuang Xing Hui Xiang)
3. Rumah yang baik untuk keharmonisan keluarga tapi tidak untuk materinya (Shuang Xing Hui Zuo)
4. Rumah yang tidak baik untuk materi maupun keharmonisan keluarga (Shang Shan Xia Shui)

Dan tentu saja semua memiliki solusinya, jika semisal rumah Anda berada pada kategori ke-4 maka Anda masih dapat memanuver keberuntungan Feng Shui rumah tersebut dengan sebuah metode yang kita sebut dengan Jie Hua Yin Yang atau merubah kondisi hubungan Yin dan Yang dalam rumah. Ini adalah metode paling dasar yang harus diketahui oleh semua orang yang ingin mempraktekkan Feng Shui dirumahnya masing-masing.

Dalam menganalisa faktor bumi sebenarnya kita tidak hanya melihat dari hubungan Yin-Yang saja, karena dalam faktor bumi kita juga menganalisa Xing (bentuk) dan Shi (warna) rumah, termasuk juga lingkungan luar rumah tersebut, seperti bentuk jalan , bangunan tetangga, benda-benda di sekitar rumah, dsb. Bagaimana untuk memilih eksterior dan interior rumah juga menjadi tugas seorang praktisi Feng Shui, Anda bisa membaca artikel kami di Feng Shui, Warna, & Rumahku Atau di e-book "12 Pedoman Feng Shui dalam membeli Rumah".

Dalam pandangan orang Tiongkok sesuatu yang baik atau hidup adalah segala bentuk yang indah, tertib, dan fleksibel oleh karena itu jika Anda menghuni sebuah rumah dengan lingkungan yang kumuh maka itu bukanlah hal yang baik dalam sudut pandang Feng Shui, begitu juga dengan bangunan tetangga yang rusak dan cacat parah di depan rumah Anda juga tidak membawa efek Feng Shui yang baik ataupun juga rumah Anda berada pada posisi tusuk sate.

Mengapa? Saya jadi teringat oleh guru Feng Shui saya yang pernah mengatakan, ketika kita melihat rumah lihatlah dia sebagai manusia! Hal ini sama saja jika Anda berada di sebuah tempat dan dikelilingi oleh banyak wanita cantik atau seorang coverboy bagaimana perasaan Anda? Feng Shui juga menyangkut psikologis manusia. Satu contoh yang gampang jika rumah kita terlihat biasa-biasa saja dan sederhana akan tetapi rumah kita diapit di kedua sisi kanan-kiri oleh bangunan tetangga yang megah dan mewah, maka hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi psikologis Anda menjadi sering minder. Benarkah?

Setelah kita telah melakukan sinkronisasi terhadap faktor langit dan bumi maka kita perlu melakukan sinkronisasi terhadap faktor manusianya juga. Mengapa? Karena keluarga Andalah yang menempati rumah tersebut. Ada dua hal penting yang harus diperhatikan:

1. Kelahiran penghuni rumah
Setiap tahun kelahiran seseorang, energi alam semesta dari tahun ke tahun tidaklah sama. Kita terpengaruh oleh sebuah medan energi (Qi) dari alam yang membentuk personality dan human magnetism yang unik satu dengan yang lain. Dengan mengetahui tahun, bulan, tanggal, dan jam kelahiran seseorang maka seorang praktisi Feng Shui dapat mengetahui apa rumah yang ideal menurut kita dan membawa berkah. Seperti kata pepatah "Blessed people live in the bless land", maka untuk menjadi seseorang yang penuh dengan berkat maka kita harus mengenal diri kita sendiri.

"Be acquainted with our nature". Salah satu metode yang biasa sering dipakai adalah dengan mengetahui Ming Kua kelahiran seseorang, Anda dapat membaca artikel kami di Cara menghitung Ming Kua dalam Ba Zhai atau pada e-book "12 Pedoman Feng Shui dalam membeli Rumah". Metode lain yang biasa dipakai oleh praktisi adalah dengan menggabungkan ilmu astrologi Tiongkok seperti Zi Ping Ba Zi dengan Feng Shui, metode ini juga cukup mudah karena dengan mengetahui unsur yang menguntungkan (teori 5 unsur) maka kita dapat menentukan dimana arah dan sektor rumah yang baik untuk seseorang. Ada juga yang menggunakan kecocokan shio (dari ke-12 shio) seseorang maka seorang praktisi Feng Shui akan menganjurkan Anda untuk meletakkan pintu utama, dapur ataupun kamar tidur pada sektor-sektor tertentu dalam rumah.

2. Cintailah rumah Anda sendiri
Mengapa? Jika Anda mencintai rumah Anda maka rumah Anda juga akan mencintai Anda. Ini merupakan hubungan timbal balik yang membuat perasaan Anda selalu dalam sukacita. Jika Anda mempunyai hubungan afeksional yang dalam dengan rumah, dan keluarga Anda sendiri maka dengan sendirinya Anda hidup dalam keharmonisan. Dan jika rumah tangga Anda telah harmonis maka hoki atau keberuntungan itu akan datang dengan sendirinya. Tidak percaya? Anda boleh membuktikannya sendiri.

Tidak dapat dipungkiri salah satu yang menyebabkan kegagalan atau kekandasan karir kita ataupun timbulnya penyakit yang disebabkan oleh stress ini terjadi pada problem rumah tangga. Jika Anda sudah merasa tidak betah tinggal di rumah maka hal inilah yang membuat human magnetism pada diri kita memancarkan sebuah gelombang atau medan energi yang negatif bahkan hubungan sosial kita diluarpun secara tidak langsung juga akan ikut terpengaruh. Jika pikiran kita tenang dan perasaan selalu nyaman kita dapat memecahkan semua masalah hidup dengan sendirinya.

Alasan terakhir selain kedua faktor tersebut di atas, adalah bahwa sekali kita telah menentukan semua area yang baik dan buruk dalam rumah sesuai aturan dan kaidah Feng Shui berdasar faktor langit dan bumi maka kita perlu bersikap optimis dan positif dalam pengertian jika seorang praktisi telah menentukan bahwa area timur rumah Anda cocok sebagai ruang dapur, area selatan cocok sebagai posisi letak pintu utama, dan area barat cocok sebagai letak kamar tidur maka sikap yang optimis dan positif dari diri kita akan memicu human and geo-magnetism di area tersebut bekerja dengan sendirinya.

Di sini saya tidak berbicara bahwa Feng Shui memerlukan suatu sugesti, karena jika saya mengatakan "ya" maka kita tidak perlu repot-repot pakai ilmu Feng Shui lagi. Hal ini tidak ada bedanya jika Anda sakit panas dan Anda pergi ke dokter lantas diberi obat untuk penghilang panas, apakah panas tersebut bisa hilang jika Anda ternyata diberi obat sakit perut walaupun Anda tidak tahu dan telah bersikap optimis dan positif terhadap obat tersebut?

Oleh karena itu tidak heran jika ada pepatah guru Feng Shui kuno yang mengatakan bahwa untuk memperoleh Feng Shui yang baik, maka kita harus menghuni di waktu yang tepat (faktor langit) di tempat yang tepat (faktor bumi) dengan sikap yang tepat (faktor manusia). Dengan demikian Feng Shui itu barulah bisa bekerja dengan sendirinya (zi Ran).

Bagaimana pendapat Anda?

Oleh:
Aries Harijanto
Founder, Principle Consultant
Klik Fengshui

Rabu, 13 Maret 2013

Warna dan Tekstur Interior yang Pas

detail berita
(foto: myinteriordesign.com)


WARNA yang baik digunakan pada ruang mungil ini, adalah warna netral dan dipadu dengan warna monokromatiknya seperti warna putih, coklat, abu-abu. Jika Anda menginginkan warna selain putih, coklat, dan abu-abu, silahkan pilih warna pastel seperti merah muda, biru muda, hijau muda.

Warna netral dan  pastel selain memberikan kesan ruang lebih luas, juga ruang terasa lebih terang. Aksen tua si boleh saja diberikan sebagai point of interest menggunakan warna komplementer pada asesoris ruang. Sehingga warna komplementer tersebut tidak mendominasi, tapi mempercantik ruang. Misalnya warna dominan pada ruang dengan sebuah lukisan mungil bunga warna merah.

Hindari pemakaian warna komplementer, seperti warna ungu dipadu dengan warna kuning atau warna hijau dengan warna merah pada bidang dinding yang luas. Hati-hati memberikan warna kontras pada dinding, karena pemakaian warna yang kontras akan memberikan kesan sempit pada ruang, juga memberikan kesan “tabrak” dan dapat memberikan kesan tidak harmonis.

Tekstur

Tekstur pada sebuah bidang akan membantu rasa yang dinikmati oleh penikmatnya. Wah….sepertinya berat sekali ya. Tekstur bisa memberikan kesan tenang, lapang, menusuk, pusing, dan lainnya bila tekstur ini dapat diraba. Tekstur yang licin dan mengkilat dapat merefleksikan kembali sinar yang jatuh pada permukaan bidang tersebut. Begitu pula untuk bidang yang memiliki tekstur kasar pada permukaannya, sinar yang jatuh pada permukaannya akan diserap. Untuk mendapatkan ruang yang cukup terang, gunakan permukaan bidang dinding yang cukup licin dan menggunakan warna netral atau pastel.

Oleh :
Rita Laksmitasari
Direktur Mitra Bangun Sekawan
www.mitrabangunsekawan

Selasa, 12 Maret 2013

Desain Interior

detail berita



TIAP orang pasti menginginkan rumah yang tampil senyaman mungkin. Untuk mewujudkannya, Anda harus menata sesuai dengan kepribadian diri dan anggota keluarga yang lain.

Tanpa disadari, kegiatan menata interior terkadang bisa memengaruhi psikologi pemilik rumah. Ada beberapa unsur ruang di sekitar Anda yang sangat memengaruhi sisi psikologis, seperti warna, bentuk, garis, tekstur, suara, bau,dan berbagai gambar dan simbol yang memiliki dampak terhadap keadaan emosi Anda, juga karakteristik psikologi manusia.

Nah, jika Anda ingin memiliki rumah yang sesuai dengan kebutuhan,keinginan, dan kepribadian Anda, pengembangan interiornya harus bisa dipadukan dengan struktur bangunan yang ada. "Yang termasuk ke dalam faktor psikologi pada desain, di antaranya penglihatan, perasa, pendengaran,dan penciuman.Empat faktor tersebut sangat berperan besar di dalam sebuah hunian," ungkap desainer interior Susan Octari Yawhan.

Seperti yang diungkapkan Susan bahwa faktor psikologi perasa memiliki peran yang sangat penting. Faktor psikologi perasa ini sangat berpengaruh terhadap pengaplikasian warna untuk interior. "Warna salah satu yang mampu memberi pengaruh psikologi yang kuat dalam interior rumah. Warna menurut mood dapat menciptakan nuansa tersendiri, seperti kesan hangat,dingin,dan netral,” tutur Susan.

Susan menyebutkan, merah, kuning dan oranye dapat dikatakan warna yang mampu menaikkan tekanan darah. Warna tersebut akan membuat Anda merasa hangat dan bersemangat. Adapun biru, hijau, dan ungu dapat meredam suhu ruangan sehingga membuat Anda merasa dingin sekaligus rileks. Psikologi warna juga bisa dipengaruhi latar belakang budaya dan kebutuhan masing-masing pemilik rumah.

Faktor psikologi penglihatan bisa dilihat dari bentuk bangunan. Bentuk biasanya mewakili apa yang ingin Anda sampaikan. Bentuk umumnya dapat diciptakan oleh garis maupun warna. Apabila Anda menyenangi tipe klasik, Anda bisa menggunakan bentuk furnitur dengan banyak ukiran aristokrat yang dapat diaplikasikan di langit-langit rumah.

"Bentuk bangunan bisa diklasifikasikan seperti bentuk simetris, asimetris,geometris, dan organik," sebut Susan. Garis secara psikologi dapat membangkitkan perasaan yang berbeda, tinggal bergantung pada latar belakang mental Anda.Ambil contoh garis horizontal,biasanya akan memberikan dampak ketenangan bagi si penghuni rumah. Garis vertikal dapat memberikan perasaan stabilitas.

Untuk garis vertikal,bisa dilihat pada penerapan bangunan pilar. Selain garis, tekstur juga merupakan teknik desain interior yang bisa membangkitkan perasaan. "Tekstur bisa diperoleh dari penggunaan material kayu, batu, bata, atau kain. Material tersebut merupakan elemen dekorasi yang bisa dilihat dan disentuh secara sempurna," lanjut Susan. Salah satu prinsip dasar penggunaan tekstur adalah berkaitan dengan kesan yang didapat.

Tekstur kasar cenderung membuat objek terlihat berat, sedangkan tekstur halus akan membuatnya terasa lebih ringan. Dengan cara ini, lantai marmer yang dipoles putih akan terasa lebih ringan daripada panel kayu keras. Setelah tekstur, elemen yang harus diperhatikan dalam membangun psikologi sebuah tatanan desain interior adalah suara.

Bagi Anda yang hidup di kawasan perkotaan, pasti sudah merasa jenuh dengan lingkungan kota yang selalu riuh rendah oleh suara kendaraan bermotor. Nah, untuk mengakalinya, Anda dapat menciptakan sebuah taman kecil di dalam rumah. "Selain sebagai simbol keseimbangan,suara gemericik air yang dihadirkan di dalam taman dapat memberikan efek psikologis yang menenangkan dan mampu melepaskan ketegangan sehingga bisa membuat pemilik rumah merasa nyaman sekaligus tenang," beber Susan.

Adapun yang terakhir adalah penciuman.Keberadaan aroma yang berbeda di ruangan juga bisa memainkan peranan dalam membentuk sikap dan emosional seseorang. Ada berbagai macam aroma berbeda yang bisa memberikan kesan kegembiraan atau sebaliknya buat pemilik rumah. Inilah yang menjadi alasan, mengapa Anda harus merencanakan fondasi rumah secara tepat agar seluruh saluran pembuangan di rumah dapat berjalan lancar.

(Aprilia S Andyna/Koran SI)

Senin, 11 Maret 2013

Tren Desain Interior Saat Ini 'Gado-Gado'

detail berita
(foto: eclecticrevisited.com)
JAKARTA - Arus modern dan klasik bersatu padu dalam desain interior yang disebut eclectic contemporer. Gaya inilah yang sedang menjadi tren dalam desain interior saat ini.

Demikian yang dikatakan desainer interior dari Hadiprana Design Consultant Sammy Hendramianto. "Untuk tren desain interior saat ini banyak mengapilikasikan gaya eclectic contemporer. Kalau dalam bahasa Indonesianya kita bilang tren "gado-gado"," katanya saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, penerapan gaya campuran tersebut bisa dilihat dari penerapan material interiornya. "Dalam desain klasik orang juga menggunakan furnitur yang bermaterial stainless steel misalnya, yang merupakan item modern, sedangkan dalam desain modern kebanyakan juga masih menggunakan bahan-bahan besi yang kesannya "berat"," imbuhnya.

Sementara itu Arsitek Mesalina Dyah Ekowati menyebutkan, untuk penggunaan bahan kayu masuk pada gaya desain keduanya. Karena sifat kayu yang merupakan sumber alam yang bisa terus diproduksi dalam waktu yang lama.

"Jika dulu orang banyak menggunakan kayu besi yang hitam dengan ukuran yang besar, saat ini pun untuk desain modern orang masih menggunakan kayu-kayu besi, cuma bentuk dan desaiinya sudah dibuat lebih cantik dan bervariasi," ujar Mesa. (NJB)

Minggu, 10 Maret 2013

Hiasi Ruang dengan Karpet

detail berita
Penggunaan karpet di ruang keluarga (foto: deviworldbebi.blogspot)
TAMPILAN karpet yang eye catching dengan warna memesona dan beragam selalu nikmat untuk dipandang. Tak heran bila permadani pelapis lantai ini selalu dipilih untuk melengkapi tampilan ruangan agar semakin indah.

Untuk mempercantik satu ruangan di rumah, ada hal-hal yang harus menjadi pertimbangan bagi Anda, mulai furnitur, pencahayaan, hingga pengecatan. Kehadiran karpet pun terkadang bisa menjadi pertimbangan lantaran mampu memberi kesan hangat dan nyaman dalam ruangan.

"Karpet memang sering dijadikan aksesori penunjang keindahan di dalam ruangan. Lantaran modelnya yang beragam, karpet bisa memberikan pengaruh yang kuat untuk ruangan," ungkap desainer interior Susan Octari Yawhan.

Meskipun karpet bisa dikatakan sebagai aksesori yang simpel, namun sebaiknya Anda tidak melupakan perawatannya. Karpet yang dibiarkan kotor dapat memberikan pengaruh buruk untuk nilai ruangan Anda.Tentu Anda tidak mau membiarkan karpet kesayangan menjadi kusam dan tak cantik lagi bukan? Tidak hanya itu, baunya pun bakal mengakibatkan suasana di dalam ruangan menjadi tidak nyaman. 

"Idealnya karpet dibersihkan setiap dua minggu sekali untuk mengurangi debu yang menempel di serat-seratnya. Yang harus diingat saat ingin membersihkan karpet, kenali terlebih dahulu bahan karpet karena tidak semua karpet baik dibersihkan dengan cara disikat atau dicuci," tutur desainer yang juga memiliki toko furnitur di salah satu mal itu.

Seperti diungkapkan Susan, tiap karpet tentu memiliki bahan yang berbeda- beda dan penerapannya juga harus disesuaikan. Ambil contoh karpet yang terbuat dari wol, katun, bambu, atau rumput laut yang tidak bisa digunakan untuk mengalasi beban berat.

"Karpet berbahan wol, katun, bambu, dan rumput laut termasuk ke dalam jenis karpet berbahan alami. Kekurangan bahan alami ini adalah mudah rontok dan robek karena seratnya yang tipis serta tidak kuat menahan beban berat. Pengaplikasiannya bisa untuk kamar tidur atau ruang keluarga," ujar Susan.

Bila Anda tertarik menjadikan karpet sebagai pelengkap di ruang tamu, karpet berserat sintetis sangat cocok untuk diaplikasikan. Penutup lantai ini memiliki kelebihan, seperti kuat menahan beban dan berdaya tahan cukup tinggi.

"Serat sintetis yang sering digunakan untuk karpet biasanya berbahan dasar polypropylene, poliester, nilon, dan akrilik," sebut Susan. Ada cara mudah untuk merawat karpet agar tetap terlihat cantik dan menawan. Salah satunya dengan menggunakan vacuum cleaner. Selain itu, Anda juga dapat mengubah posisi karpet dalam jangka waktu 2–3 bulan sekali.

Tujuannya, supaya bagian yang sering terinjak atau dilewati orang bisa berganti posisi. Dengan melakukan perawatan yang rutin, pasti akan menambah keindahan serta kenyamanan pelapis lantai di dalam rumah Anda.

(Aprilia S Andyna/Koran SI) (NJB)

Sabtu, 09 Maret 2013

Eksplorasi Desain Gazebo di Lahan Terbatas

 http://pendopo.com/upload_img/images_gazebooooo.jpg

Dalam suatu hunian, bersantai dengan keluarga merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Rumah yang nyaman pun dapat memberikan pengaruh.Untuk itu suatu gazebo pun perlu dirancang agar dapat berfungsi dengan baik. Akan tetepi kendala yang kadang terjadi adalah lahan yang sempit. Untuk kendalanya dapat diatasi dengan menggunakan gaya desain yang sesuai dengan lahan di rumah anda.

Ada banyak jenis bahan material yang tersedia mulai dari kayu, vinil hingga aluminium. Pilihan bahan material ini juga harus mempertimbangkan gaya desain dari keseluruhan rumah Anda. Setelah Anda memilih material yang cocok, maka berikutnya adalah menentukan bentuk gazebo. Bisa berbentuk segi delapan, segi empat atau oval dengan bentuk atap ganda atau atap tunggal. Dengan bentuk atap ganda akan memberikan kesan atap berlapis serta lebih menarik.

Membuat kolam di bawah gazebo, dan memenuhi sudut-sudut dinding dengan tanaman jadi solusi untuk memberi kebebasan indera mengeksplorasi taman.

Taman tak hanya untuk dilihat. Keberadaan taman sebenarnya bisa dimanfaatkan juga oleh indera lain. Seperti indera perasa untuk menikmati tekstur material, indera penciuman untuk mencium aroma bunga di taman, indera pendengaran untuk mendengar gemericik air. Indera pengecap pun terlibat dalam mengeksplorasi taman ini. Menikmati kudapan dan makan bisa dilakukan di area gazebo bersama kerabat, seraya menikmati kombinasi warna cantik di taman.

Sri Wahyuni Oetamaningsih, pemilik taman, menjadikan taman ini sebagai pusat keindahan di area belakang rumah. Jakaria, sang desainer, memang membuat desain gazebo sebagai solusi untuk menghidupkan lahan sempit yang berukuran 3mx4m. “Saya berusaha untuk bermain skala saat mendesain taman ini, “ ujar Jaka, panggilannya. Skala yang dimaksud adalah pembagian level gazebo. Level bawah yang menjadi tapak gazebo dieksplorasi dengan permainan kedalaman, yakni dengan mendesain kolam. Level tengah dieksplorasi dengan permainan detail kolom, dinding, dan water feature. Level atas yang di desain simpel, yakni dengan atap datar berdetail konsol kayu.

 Banyak ornamen yang ia desain, dan ornamen ini mengisi pilar kayu gazebo dan bagian dalam gazebo. “Pilar saya buat dari susunan papan kayu, agar tampak seperti kayu jati, “ ujar Jaka. Finishing kayu ini menggunakan melamik sehingga tekstur kayu tereksplorasi.

Relief yang tersusun dari permainan keramik bermotif batu alam mempercantik tampak dinding. Permainan tekstur memanjakan penglihatan yang seharusnya terasa mengungkung. Adanya air terjun di dinding belakang membuat indera penglihatan lebih terekplorasi. Ruangan lebih kontemplatif. “Untuk tanaman, saya menggunakan bambu panda dan rumput kucai. Tanaman ini relatif tahan dengan sinar matahari yang kurang. Karena ini lahan sempit, matahari tak langsung menerangi,” ujar lanskaper sekaligus desainer interior rumah Utami, panggilan akrab pemilik.

Sumber : ideaonline.com