Study with Me if not now when?

Kamis, 07 Maret 2013

Memberi Aksen di Dapur Modern

 
- Tuntutan serba praktis berpengaruh pula pada tampilan dapur yang monoton. Karena itulah, aksen atau sentuhan kecil yang ajaib diperlukan agar melunakkan kesan tersebut. Penempatan aksen yang bisa Anda terapkan pada dapur modern seperti pemberian cermin, aplikasi mozaik di bagian dinding, meletakkan vas bunga dengan rangkaian bunga berwarna warni, memajang perlengkapan dapur dan sebagainya.Dapur modern tak hanya terlihat dari pilihan material dan bentuknya saja. Ada elemen lain seperti detail dan aksen yang ditonjolkan dalam sebuah komposisi kitchen set.dapur didesain untuk mewadahi kebutuhan penghuni yang menginginkan kekompakan. Termasuk kompak dalam menyiapkan bahan masakan 

Menggunakan cermin dan mozaik biasanya diaplikasikan pada dinding antara kabinet bawah dan kabinet atas. Untuk mempercantik dapur, Anda. Dapat menghadirkan permainan warna mozaik lewat warna-warna gradasi, monokrom, atau mengkontraskan antarwarna secara berani.

Menghadirkan sentuhan segar di dapur modern bisa dengan mudah tercipta dari rangkaian bunga dalam vas. Anda bisa memilih bunga potong disesuaikan dengan tema dapur. Misalnya dapur Anda berwarna putih, maka pilihlah gerbera berwarna oranye atau anggrek Oncidium berwarna kuning. Alternatif selain bunga adalah penyajian buah-buah segar seperti apel merah dan hijau atau orange di meja dapur.

Pemberian aksen lainnya, ialah dengan menata perlengkapan makan seperti gelas, cangkir, teko, rangkaian pisau di atas meja dapur. Warna dan bentuk senada pada perlengkapan makan ini akan memberi kesan lebih hidup pada dapur modern.

Sumber : kompas.properti.com

Rabu, 06 Maret 2013

Kilau Dapur Berhias Kaca


Salah satu cara supaya dapur terlihat lebih berkilau, Anda dapat memaksimalkan peran kaca dan material sejenis untuk digunakan sebagai pelapis. Kaca yang memiliki sifat dapat memantulkan cahaya dapat memberikan kesan elegan pada dapur.

Anda dapat melapis dinding dapur penuh dengan kaca berwarna untuk memberi kesan yang dinamis, jangan hanya kaca bening. Kombinasikan dengan perpaduan lampu-lampu LED di bawah rak piring yang menggantung untuk pemantulan cahaya yang lebih menyala.

“Perpaduan antara kaca dan permainan titik-titik lampu yang tepat dapat menambah indah suasana yang dihasilkan,” ujar Liana, seorang desainer interior. “Bisa juga diberi kombinasi warna gelap di bagian meja atau daun pintu sebagai penguat karakter,” tambahnya.

Dominasi warna putih berpadu dengan sentuhan kaca dan permainan titik lampu dapat menjadikan dapur rumah Anda terlihat bersih, indah, dan mewah.

Anda dapat membanggakan dapur Anda kepada sejawat dan kerabat yang berkunjung ke rumah Anda. Salah satu cara supaya dapur terlihat lebih berkilau, Anda dapat memaksimalkan peran kaca dan material sejenis untuk digunakan sebagai pelapis.

Kaca memiliki sifat dapat memantulkan cahaya sehingga memberikan kesan elegan pada dapur. Anda dapat melapisi dinding dapur penuh dengan kaca berwarna untuk memberi kesan yang dinamis, jangan hanya kaca bening. Kemudian, kombinasikan dengan perpaduan lampu-lampu LED di bawah rak piring yang menggantung untuk pemantulan cahaya yang lebih menyala.

Sumber : ideaonline.com

Selasa, 05 Maret 2013

Jangan Salah! Ini Vanities Bukan Wastafel

Berita Properti Pendopo.com

 
Vanities bukan wastafel.Artinya, fungsi di vanities tidak hanya sekedar untuk mencuci tangan semata. Namun, bisa dilakukan beberapa aktivitas lainnya seperti mengeringkan rambut, menggunakan alat rias, dan lainnya.

Dengan hadirnya vanities di kamar mandi, area ini menjadi lebih elok sekaligus ringkas. Biasanya, di bawah wastafel yang berupa kolong bisa tampil rapi. Kolong diubah menjadi tempat penyimpanan peralatan kamar mandi, seperti sabun, pasta gigi, shampo, sikat gigi, handuk, tissue, dan lainnya.

Jika tertarik menerapkan Vanities dalam kamar mandi Anda, mudahnya bisa meniru beberapa model di kamar-kamar hotel. Ada desain klasik, elegan, modern, juga sederhana. Anda bisa memainkan model wastafel, material meja, sampai bentuk penyimpanan apakah laci yang ditarik atau menyerupai sekat.

Sumber : kompas.com

Senin, 04 Maret 2013

Finishing Dinding Dengan Batu Alam - Hadirkan Suasana Alami Dalam Rumah

Ingin memiliki suasana rumah yang alami? Mungkin Anda bisa mencoba cara yang satu ini. Yakni dengan melakukan finishing dengan batu alam pada dinding rumah Anda. Untuk masalah motif dan jenis Anda tak perlu khawatir dengan hal tersebut, batu alam pun mempunyai jenis yang cukup banyak. Misalnya saja batu candi, andesit, susun sirih, dll.

Dinding batu candi memiliki karakter dan warna yang pas untuk konsep rumah minimalis, sehingga bisa divariasikan pada dinding fasade sebagai aksen. Selain itu, dinding batu candi ini bisa memberikan kesan yang natural pada rumah Anda.

Untuk dinding andesit, jenisnya hampir mirip dengan dinding garuk garis-garis. Tekstur dinding andesit ini sama dengan dinding batu candi, namun motifnya berupa garis-garis dengan warna hitam. Harga dari dinding batu andesit ini cenderung lebih mahal, sehingga orang-orang yang ingin menampilkan motif garis pada rumahnya lebih suka membuat garis-garis itu sendiri daripada menggunakan dinding andesit.

Jika Anda ingin mengaplikasikan dinding batuan alami tersebut untuk finishing dinding rumah Anda, jangan lupa untuk melakukan perawatan agar dinding tetap awet dan tahan lama. Misalnya agar tidak berjamur, lakukan pelapisan pada saat finishing. Kemudian, jika Anda ingin menambahkan 'treatment' pada dinding Anda, usahakan jangan terlalu berlebihan agar tidak terlihat ramai. Sesuaikan juga treatment-treatment yang akan Anda terapkan pada dinding Anda dengan desain rumah. Jangan terlalu memaksakan dengan tren yang Anda. Misalnya memaksakan treatment garis-garis yang sedang tren untuk rumah bergaya mediterania/klasik. Selain itu, cobalah untuk memberikan warna pada treatment dinding rumah Anda agar lebih hidup dan menonjol. Bisa juga Anda berekplorasi dengan semen yang akan Anda gunakan pada dinding Anda, misalnya dengan semen putih atau mortar.

Bagaimana, tertarik untuk mengaplikasikannya untuk rumah Anda? Selamat mencoba!

Minggu, 03 Maret 2013

Bosan Dengan Dinding Polos? Yukz, Coba Gunakan Pelapis Dinding!


Bosan dengan tampilan dinding rumah yang begitu-begitu saja, polos tanpa ada ornamen apapun? Jangan khawatir, sekarang ini banyak sekali pelapis dinding atau wall cover yang tersedia di pasaran. Wall cover ini tersedia dalam berbagai macam motif, tekstur, warna, dan bahan yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan Anda. Bahan-bahan yang bisa dipilih antara lain: kertas dan kain, vinyl, finished plastik, serta serat alami. Sebelum memutuskan untuk menggunakan pelapis dinding, ada baiknya jika Anda mengenali jenis dan bahan tersebut.

Berikut ini adalah material yang cocok pada bermacam-macam kondisi:
  • Pilihlah wallcover dengan pelindung plastik transparan pada permukaannya jika Anda membutuhkan pelapis dinding yang dapat dibersihkan. Lapisan plastik itu membuat  permukaan wallcover  lebih tahan noda. Kotoran bisa dibersihkan dengan sedikit air sabun atau dilap dengan kain lembab. Namun lap jangan terlalu basah karena bisa membuat lapisan lemnya lepas.
  • Pelapis berbahan vinyl juga mudah dibersihkan. Namun pelapis ini tidak tahan dari jamur. Untuk melindunginya, gunakanlah lem yang dilengkapi dengan fungisida. Cermati proses pemasangannya agar tidak saling bertumpuk sebab vinyl tidak bisa merekat pada vinyl. Umumnya pelapis vinyl dapat dicuci namun permukaannya mudah lecet.
  • Pilih flock wallpaper yang memiliki tonjolan menyerupai beludru, jika Anda ingin mempercantik ruang dengan pelapis dinding bertipe emboss. Materialnya terbuat dari serat nilon, katun, rayon, atau sutera yang direkatkan pada kertas atau vinyl. Tampilannya mewah karena pada awalnya memang dibuat untuk meniru penutup dinding dari bahan beludru. Sayangnya, jenis ini sulit untuk dibersihkan dan harganya cukup tinggi.
  • Permukaan timbul juga bisa Anda dapatkan pada pelapis dinding jenis woodchip paper dan anaglypta. Material utamanya terbuat dari kertas. Pada jenis woodchip paper, bagian dalam kertas diisi dengan keping kayu dan serbuk gergaji. Harganya relatif terjangkau dan cocok untuk melapisi permukaan yang kurang sempurna. Anaglypta adalah jenis pelapis yang kuat menyerupai plester. Terbuat dari bubur kayu atau serat katun. Semakin muncul emboss-nya, semakin mahal harga pelapis anaglypta ini.
  • Ingin kesan mewah dan modern? Hal tersebut bisa Anda dapatkan dari pelapis dinding berbahan kain sutera, linen, atau kulit lunak. Pelapis ini biayanya mahal dan sulit dibersihkan. Pemasangannya pun memerlukan tenaga yang sudah ahli. Namun tampilan yang dihasilkan memang tidak mengecewakan. 
  • Ada juga pelapis berbahan serat alami dari rafia dan rami yang sudah dikeringkan dan terlaminasi. Pelapis jenis ini tepat dipasang pada dinding berkondisi buruk.

Setelah mengetahui material-material pelapis dinding tersebut, sekarang Anda bisa memilih pelapis mana yang sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda. Selamat mempercantik rumah!

Sumber: www.ideaonline.co.id

Sabtu, 02 Maret 2013

Menata Rumah Mungil

detail berita
Ruang mungil (foto: belle interior)

SEMAKIN mahalnya harga tanah membuat banyak orang harus puas memiliki rumah dengan lahan terbatas. Asal pandai menatanya, rumah kecil juga bisa tampil apik dan nyaman.

Memiliki rumah dengan ukuran besar tentu menjadi dambaan setiap orang. Namun, bagi Anda yang tinggal di perkotaan sepertinya memang tak mudah untuk memenuhi keinginan tersebut. Lahan terbatas dan harga tanah yang mahal menjadi salah satu kendalanya. Ibarat pepatah, "tak ada rotan, akar pun jadi". Begitulah akhirnya para warga perkotaan harus puas dengan memiliki rumah tipe kecil. Jadi, Anda tidak harus berpatokan dengan memilih tipe besar, tipe 45 yang kecil pun jika ditata dengan baik bisa terlihat lapang dan berestetika.

"Saat ini di perumahan-perumahan, tipe 45 adalah tipe yang paling laku dijual. Harga yang terjangkau membuat rumah ini laris manis, meski luas bangunan sangat terbatas," tutur arsitek Rizky Artando. Biasanya rumah dengan tipe 45 memiliki luas tanah sekitar 72 meter persegi, dengan ukuran 6x12 meter, dan luas bangunan kurang lebih 45 meter persegi.

Tipe ini memiliki beberapa ruangan,antara lain dua kamar tidur,satu kamar mandi, ruang tamu dan ruang makan,serta dapur menjadi satu sirkulasi. Mengingat luasnya yang sangat terbatas Anda pun harus pintar dalam menatanya. Agar rumah mungil ini tetap nyaman untuk ditempati. "Nah, saya akan coba membahas cara penataan tipe 45 agar bisa mendapatkan ruang dengan luas optimal dan biaya yang tidak terlalu besar," tambahnya.

Langkah pertama untuk menatanya dimulai dari carport. Setiap rumah pasti memiliki carport pada bagian depannya,sekalipun tipe 45. Biasanya carport pada tipe 45 hanya bisa dibuat dengan panjang 3,75 meter, pastinya hanya bisa menampung satu mobil jenis sedan saja. "Sangat tidak disarankan untuk mengubah ukuran garasi ini karena biasanya ada beberapa perumahan yang tidak boleh mengubah tampilan depannya. Ukuran carport tidak menjadi masalah yang terlalu besar, biarkan saja ukurannya tetap 3,75 x 3 meter," ungkap Rizky.

Setelah selesai di bagian depan, Anda bisa masuk ke area dalam yaitu ruang tamu.Untuk rumah dengan tipe 45, ruang tamu pasti menjadi satu dengan ruang keluarga, mengingat luas area dalamnya sangat terbatas. "Saran saya, untuk area ruang tamu jangan menempatkan furnitur yang gemuk dan berat. Jika kita lihat denah tipe 45, ruang tamu selalu dibuat menyatu dengan area ruang keluarga.Nah,untuk menyiasatinya lebih baik meletakkan dua kursi kecil dan ditambah satu meja yang diletakkan di pojok supaya lebih menghemat ruangan," saran Rizky.

Selain ruang tamu,masih ada ruang keluarga yang menunggu untuk Anda tata. Jika posisi awalnya ruang keluarga dibuat menyatu dengan ruang tamu, maka Anda bisa mengubahnya dengan menempatkan ruang keluarga di bagian tengah. "Bisa saja mengubah tampilan ruang keluarga dengan cara menggeser tembok agak ke belakang, sekitar 1,95 meter atau hampir 2 meter," ujar Rizky.

Biasanya,rumah yang bertipe 45 memiliki dua kamar tidur,di bagian depan dan belakang. Untuk ruang tidur utama rata-rata berukuran sekitar 3x2,75 meter, masih sangat memungkinkan jika Anda ingin memasukkan ranjang tidur berukuran single bed.

"Tidak perlu banyak mengubah tatanan di kamar utama karena dengan ukuran yang ada masih bisa dikatakan cukup untuk standar ruang tidur, ruang ini biasanya mempunyai dinding yang berhubungan dengan dinding di bagian depan. Jadi, sebaiknya jangan kita ubah," ungkap Rizky.

Selain kamar tidur,pada bagian depan yang juga bisa dikatakan sebagai kamar tidur utama, rumah tipe 45 juga memiliki kamar tidur di area belakangnya.Kamar tidur ini memiliki ruang sisa seluas 1x3 meter. "Ruang sisa dalam dunia arsitektur disebut dengan ruang negatif karena tidak difungsikan,selain untuk pencahayaan atau ruang terbuka sebagai jalan sirkulasi. Kalaupun ingin dibuat ruang, luasnya juga terlalu tanggung,lebih baik digunakan untuk memperluas kamar tidur belakang," saran Rizky.

Pastinya, Anda jangan melupakan untuk mengubah posisi jendela agar menghadap ke arah taman. Anda pun bisa mengubah bentuk jendela dengan model menerus dari bawah sampai atas sehingga menyerupai lebar dan tinggi pintu. Area terakhir yang perlu dimodifikasi adalah dapur. Sebaiknya buat dapur Anda menyatu dengan ruang makan,mengingat ketersediaan lahan di rumah bertipe mungil ini.

"Di rumah bertipe kecil, area belakang selalu mendapatkan sisa tanah sebagai tambahan untuk area dapur.Jika ingin digunakan, sebaiknya tembok dibuat mundur 2 meter agar area dapur dan ruang keluarga memiliki privasi sendiri," ujar dia. Jadi, sekecil apa pun tipe rumah yang Anda pilih, bila ditata dengan cermat dan tepat akan memberikan kesan yang indah dan menarik. Selamat mencoba.

(Aprilia S Andyna/Koran SI)

Jumat, 01 Maret 2013

Keunggulan Material Bambu

detail berita
Penggunaan material bambu (foto: inhabitat)


BAMBU bukan sembarang material. Ada nilai lebih yang terkandung di dalamnya, yang mungkin saja belum Anda dapatkan pada material lain.

Filosofi bambu yang mengandung makna tersendiri, tak ayal menjadi tolok ukur bagaimana bambu itu merupakan material yang bagus dan kuat untuk dijadikan bahan bangunan, baik untuk desain interior maupun eksterior.

Bila bambu berwujud sebagai tanaman, tidak hanya akan mempercantik taman, tapi juga merupakan penghasil oksigen paling banyak dibandingkan jenis pohon lain yang biasa ada di areal taman.

Sementara bila Anda memanfaatkan bambu sebagai elemen pelengkap rumah, seperti partisi, dinding, atau pelengkap furnitur, bambu mampu memberi nilai tambah pada furnitur yang terlihat biasa. Lebih dari itu, bentuknya yang seperti pipa membuat kekuatan bambu jadi lebih kuat dibandingkan material lain. Kendati bambu merupakan material yang kuat, namun juga memiliki kelemahan pada detail sambungannya.

Artinya, jika Anda ingin menggunakan bambu sebagai bahan struktur, sebaiknya Anda lebih dulu menguasai karakter bambu tersebut. Sebab, sambungan antarbambu yang terangkai membentuk struktur memiliki tingkat kesulitan tertentu sehingga dibutuhkan penguasaan ekstra dalam mengaplikasikan material tersebut sebagai bahan struktur.

Uniknya, kelemahan ini pula yang bisa membuat bambu jadi menonjol. Maksudnya, titik sambung antara satu bambu dan bambu yang lain biasanya setelah dipaku juga diikat dengan tali yang terbuat dari ijuk. Jadi, kombinasi inilah yang nantinya menjadikan bambu lebih eksotis untuk diekspos dan digunakan pada bangunan.

(Ttiti Sa/Koran SI)